Mengenal Burung
Burung merupakan kelompok hewan yang paling umum dan mudah dijumpai di antara hewan besar lain. Burung memiliki banyak ragam bentuk, pola warna, suara, serta populasinya relatif banyak, yang menjadikan mereka mudah dikenali. Karakter‐karakter tersebut pula yang menyebabkan burung sangat dekat dengan manusia, baik dari segi ekonomi, sosial dan budaya.
Berdasarkan klasifikasinya, burung termasuk dalam Kelas Aves, yang setingkat lebih maju dibanding reptil. Secara umum, dicirikan dengan karakter tubuhnya tertutup oleh bulu, memiliki paruh tanpa gigi, reproduksinya dengan telur yang bercangkang. Burung sudah mampu mempertahankan suhu tubuh dari pengaruh suhu luar (endotermal), sementara kelompok reptil belum.
Salah satu sifat yang menonjol dari burung adalah kemampuan menghasilkan suara yang cukup baik. Suara burung sangat beragam antar jenis, mulai yang sederhana sampai nyanyian yang kompleks. Suara berfungsi untuk komunikasi antar kelompok, penarik pasangan, peringatan bahaya, maupun penanda teritori, Karakter suara yang bervariasi tersebut, dapat digunakan untuk identifikasi dan mendukung proses klasifikasi.
Makanan burung juga bervariasi antar kelompok. Mangsanya ada yang berupa daging (karnivor), serangga (insektivor), buah (frugivor), nektar (nektarivor), Beberapa jenis bahkan memiliki kecenderungan memilih tipe mangsa yang lebih spesifik, seperti ikan, reptil, larva lebah.
Sebaran burung di dunia cukup luas, mulai dari daerah kutub sampai katulistiwa. Habitatnya pun sangat beragam dari daratan sampai perairan, dari pesisir hingga pegunungan tinggi. Beberapa tipe habitatnya seperti: laut lepas, pantai, rawa, danau, padang rumput, hutan, gua, bahkan perkotaan.
Terkait dengan sifat fisik, habitat dan sebaran, burung memiliki peran ekologi yang cukup penting. Burung pemakan nektar berperan sebagai agen penyerbuk bunga. Kelompok pemakan buah berfungsi sebagai pemencar biji‐bijian. Kelompok yang mangsanya hewan, berperan dalam mengatur jumlah populasi mangsanya, sehingga selalu dalam kondisi seimbang dan tidak mengganggu kestabilan ekosistem. Peran‐peran tersebut menjadikan burung dapat sebagai indikator kondisi lingkungan.
Bagian Tubuh Burung
Secara garis besar, tubuh burung dapat dibagi menjadi bagian kepala, badan, alat gerak sayap dan kaki. Pemahaman mengenai bentuk tubuh, alat gerak, dan pola warna baik secara umum maupun bagian‐bagiannya berguna untuk dasar identifikasi jenis.
Mulut burung dilengkapi dengan paruh, yang memiliki variasi bentuk dan warna. Ragam bentuk paruh terkait dengan adaptasi jenis makanannya. Sebagai contoh, paruh melengkung tajam untuk merobek; tebal kokoh untuk memecah; runcing untuk menusuk; kecil melengkung untuk menghisap nektar.
Alat gerak tangan berkembang menjadi sayap, yang umumnya tertutup oleh serangkaian bulu. Fungsi utama sayap untuk terbang, beberapa untuk berenang, dan sebagian kelompok primitif tidak bisa terbang. Kaki burung dilengkapi dengan cakar. Bentuk dan fungsinya juga bervariasi, misal untuk berjalan, hinggap, mencabik, mencengkeram, ada yang berselaput sehingga dapat untuk berenang.
Seperti halnya sayap, sebagian besar leher, badan, tertutup oleh bulu. Bulu memiliki pola warna yang sangat beragam. Fungsi warna dapat untuk penarik pasangan, atau alat penyamaran dari musuh. Pada sebagian jenis, dikenal ada perbedaan pola warna jantan dan betina (dimorfisme seksual). Individu jantan
umumnya memiliki pola warna sangat beragam dan menarik. Sedangkan pada betina cenderung berwarna monoton dan kurang menarik.
Klasifikasi Burung
Sistem klasifikasi burung telah berkembang sangat cepat. Jika dahulu pengelompokan hanya berdasar karakter morfologi saja, saat ini ditambah dengan karakter suara, genetik, geografis. Namun demikian, pengetahuan dasar bentuk dapat menjadi langkah awal dalam pengenalan jenis.
Secara garis besar, burung biasa dibagi menjadi dua kelompok besar, passerin dan non‐passerin. Passerin masuk dalam Ordo Passeriformes, mencakup separuh lebih jenis burung yang ada. Dicirikan oleh posisi tiga jari kedepan, satu ke belakang, untuk bertengger. Kebanyakan anggota jenisnya memiliki kemampuan bersuara baik, sehingga kadang disebut kelompok burung pengicau.
Habitat Burung
Burung menempati hampir semua tipe habitat. Mereka tersebar dari tepi pantai sampai puncak gunung; di habitat alami atau buatan; di daerah urban, suburban, rural; hutan pegunungan, hutan dataran rendah, pantai, tambak, sungai, danau, lahan pertanian, padang rumput, pemukiman.
Keragaman jenis tumbuhan di setiap habitat, berpengaruh terhadap keragaman jenis burung baik secara langsung maupun tidak. Kelompok pemakan biji, buah, akan terpengaruh secara langsung. Kekayaan jenis tumbuhan, juga menyediakan tempat hidup bagi serangga, yang selanjutnya akan menjadi mangsa kelompok burung tertentu. Sebagai hewan pemangsa tingkat lanjut dan puncak, maka variasi rantai makanan dibawahnya akan sangat berpengaruh.
Burung juga memanfaatkan tipe tumbuhan tertentu sebagai tempat istirahat atau membuat sarang. Beberapa kelompok sangat tergantung tipe habitat spesifik. Misalnya kelompok burung air, yang sumber makanannya didominasi oleh organisme perairan.
Kawasan Semarang Raya memiliki beragam tipe habitat dan tata guna lahan. Hasil pendataan yang cukup intensif sejak 2006, diketahui ada beberapa lokasi yang menjadi habitat penting dan utama untuk burung.
Kawasan dengan habitat lahan basah, seperti pantai, tambak, sungai, danau, banyak mendukung kelompok burung air. Di Semarang Raya, habitat ini tersebar di pesisir Demak, Jerakah, Tugu, Kaliwungu, Kendal, serta Danau Rawa Pening.
Habitat berikutnya adalah hutan dataran rendah. Tipe habitat ini mendukung jumlah jenis burung paling banyak. Hanya sedikit lokasi tersisa di Semarang Raya, misalnya hutan wisata Penggaron, hutan kota Tinjomoyo, hutan daerah Mangkang, Boja, Kendal.

Kawasan tersebut seringkali bersambung dengan kawasan rural dan suburban. Tipe habitatnya berbentuk perkebunan, lahan pertanian. Kekayaan jenis burung cukup bervariasi, meski tidak sebanyak habitat hutan. Lokasinya mencakup: Tembalang, Banyumanik, Gunungpati, Mijen, Ungaran, Kendal.
Hutan pegunungan memiliki keragaman jenis burung yang berbeda dengan habitat lain. Tipe habitat ini hanya dijumpai diseputar Gunung Ungaran. Lokasi‐lokasi utama meliputi: Gonoharjo, Kalisidi, Semirang, Banyuwindu, Gedongsongo.

Di kawasan perkotaan Semarang Raya, hanya mendukung sedikit keragaman burung. Namun demikian, ada beberapa jenis yang beradaptasi dan banyak dijumpai di habitat ini.